Herniasi nukleus pulposus (HNP)

Nyeri pungung bawah merupakan suatu keluhan yang dapat  mengganggu aktivitas sehari-hari bagi penderitanya. Salah satu penyebab terjadinya nyeri pinggang bagian bawah adalah hernia nucleus pulsosus (HNP), yang sebagian besar kasusnya terjadi pada segmen lumbal. Nyeri punggung bawah merupakan salah satu penyakit yang sering di jumpai masyarakat.

 

DEFINISI HNP ( Herniasi Nukleus Pulposus)

Herniasi nukleus pulposus (HNP) adalah keadaan ketika nukleus pulposus keluar menonjol untuk kemudian menekan ke arah kanalis spinalis melalui anulus fibrosis yang robek. HNP merupakan suatu nyeri yang disebabkan olwh proses patologik di koluma vertebralis pada diskus intervebralis/diskorgenik.

Protrusi atau rupur nukleus biasanya didahului dengan perubahan degenatif yang terjadi pada proses penuaan. Kehilangan protein dalam polisakarida dalam diskus menurunkan kandungan air nukleus pulposus. Perkembangan pecahan yang menyebar di anulus melemahkan pertahanan pertahanan pada herniasi nukleus.

HNP terjadi kebanyakan karena adanya suatu trauma derajat sedang yang berulang mengenai diskus intervebralis sehingga menimbulkan robeknya anulus fibrosus.

Pada kebanyakan klien, gejala trauma bersifat singkat, dan gejala ini disebabkan oleh cedera pada diskus yang tidak terlihat selama beberapa bulan atau tahun. Kemudian pada generasi diskus, kapsul mendorong ke arah medula spinalis, atau mungkin ruptur dan memungkinkan nukleus pulposus terdorong terhadap sakus dural atau terhadap saraf spinal saat muncul dari kolumna spinal.

 

Penyebab terjadinya HNP

  1. Trauma, hiperfleksia, injuri pada vertebra
  2. Spinal stenosis.
  3. Ketidakstabilan vertebra karena salah posisi, mengangkat, dll.
  4. Pembentukan osteophyte.
  5. Degenerasi dan degidrasi dari kandungan tulang rawan annulus dan nucleus mengakibatkan berkurangnya elastisitas sehingga mengakibatkan herniasi dari nucleus hingga annulus.

 

Tanda dan Gejala

Gejala Hernia Nukleus Pulposus (HNP) adalah adanya nyeri di daerah diskus yang mengalami herniasasi didikuti dengan gejala pada daerah yang diinorvasi oleh radika spinalis yang terkena oleh diskus yang mengalami herniasasi yang berupa pengobatan nyeri kedaerah tersebut, matu rasa, kelayuan, maupun tindakan-tindakan yang bersifat protektif.

Hal lain yang perlu diketahui adalah nyeri pada hernia nukleus pulposus ini diperberat dengan meningkatkan tekanan cairan intraspinal (membungkuk, mengangkat, mengejan, batuk, bersin, juga ketegangan atau spasme otot), akan berkurang jika tirah baring.

Manifestasi klinis:

  1. Mati rasa, gatal dan penurunan pergerakan satu atau dua ekstremitas.
  2. Nyeri tulang belakang
  3. Kelemahan satu atau lebih  ekstremitas
  4. Kehilangan control dari anus dan atau kandung kemih sebagian atau lengkap.

 

HNP terbagi atas HNP sentra dan HNP lateral:

  1. HNP sentral

akan menimbulkan paraparesis flasit, parestesia dan retensi urine.

  1. HNP lateral

bermanifestasi pada rasa nyeri yang terletak pada punggung bawah, ditengah-tengah abtra bokong dan betis, belakang tumit, dan telapak kaki. Ditempat itu juga akan terasa nyeri tekan. Kekuatan ekstensi jari ke V kaki berkurang dan refleks achiles negatif pada HNP lateral L 4-5 rasa nyeri dan tekan didapatkan dipunggung bawah, bagian lateral bokong, tungkai bawah.

 

Pemeriksaan pada HNP

  1. Rontgen foto lumbosakral

Tidak banyak didapatkan kelainan. Kadang-kadang didapatkan artrosis, menunjang tanda-tanda devormutas vertebra, penyempitan diskus intervertibralis.

  1. Elektroneuromiografi (ENMG)

Untuk menegetahui radiks mana yang terkena / melihat adanya polineuropati

  1. Sken tomografi

Melihat gambaran vertebra dan jaringan disekitarnya termasuk diskusi intervertebralis.

 

Nettina Sandra M. 2002. Pedoman Praktek Keperawatan. Jakarta: EGC

 

Ainul/StaffLppmStikesIcsadaBojonegoro

Tags: 
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Informasi kesehatan yang bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*