INGIN MUDIK? ADA SYARATNYA!

Mudik, merupakan suatu rutinitas yang selalu ditunggu dan mempunyai makna tersendiri bagi yang menjalaninya. Mendengar kata mudik saja sudah terbayang berkumpul dengan orang tua dan keluarga, khususnya di momen Hari Raya Idul Fitri. Bagi mayoritas orang, mudik merupakan hal yang wajib dilakukan apapun alasannya. Bahkan tidak sedikit pula yang telah menyiapkan persiapan mudik dari jauh-jauh hari. Namun mudik tahun ini akan sangat berbeda bagi seluruh masyarakat, bahkan Sebagian tidak bisa melakukannya.
Kondisi pandemic covid memang memaksa seluruh masyarakat yang berada diperantauan harus mengurungkan niat untuk mudik. Peraturan ini dikeluarkan oleh pemerintah dengan tujuan untuk mencegah resiko penularan infeksi covid dari perantau yang pulang. Ini dikhawatirkan karena dalam banyak kasus, orang yang telah terinfeksi tidak menunjukkan gejala apapun (Orang Tanpa Gejala/OTG). Dengan kondisi ini virus bisa saja menyebar melalui kontak fisik. Kita mungkin sehat saat diperantauan, namun selama perjalanan mudik tidak ada yang menjamin kita aman dari Covid-19
Dalam aspek yang berbeda mungkin ada hal-hal tang memaksa kita untuk tetap pulang ke kampung halaman. Hal ini mungkin dapat dilakukan hanya jika pemudik melakukan syarat yang ditentukan sesuai dengan protokol Kementrian Kesehatan. Hal-hal yang harus dilakukan diperjalanan jika terpaksa mudik antara lain gunakan kendaraan pribadi. Kendaraan pribadi akan mencegah kita kontak dengan banyak orang selama diperjalanan mudik. Jangan berhenti dalam jangka waktu lama di rest area. Saat berhenti di rest area atau tempat umum lain, hindari kontak fisik dengan orang lain. Jangan lupa untuk memakai masker dan menggunakan hand sanitizer selesai kontak dengan orang lain atau benda-benda yang umum disentuh oleh orang banyak.
Selain saat perjalan mudik, saat mudik dan sampai dikampung halaman harus dilakukan beberapa hal. Pemudik harus melapor kepada Ketua RT/RW/Kepala Dusun segera saat tiba di kampung halaman. Setelah tiba di kampung halaman, pemudik harus bersedian melakukan isolasi selama 14 hari, karena pemudik termasuk dalam status ODP. Jika dapalam 14 hari timbul gejala, maka harus segera lapor aga tidak semakin parah dan dapat segera ditanggulang.
Isolasi ini dapat dilakukan di fasilitas isolasi yang telah disediakan oleh pemerintah desa atau dapat dilakukan dirumah sendiri. Apabila dilakukan dirumah sendiri maka harus tetap didalam rumah dan menjauhkan anggota keluarga dari yang sedang diisolasi. Hal-hal ini harus dilakukan oleh para pemudik untuk mengurangi infeksi Covid-19, baik untuk diri sendiri maupun orang lain termasuk keluarga kita sendiri. Jika memang harus dilakukan, mudiklah dengan aman dan tidak melanggar peraturan untuk melakukan isolasi mandiri. Besar atau kecil upaya yang kita lakukan semata-mata demi kebaikan bersama. (Tim LPPM STIKes Insan Cendekia Husada Bojonegoro).

Klik link untuk akses jurnal STIKes ICsada Bojonegoro :
http://jurnal.stikesicsada.ac.id/index.php/jmakia
http://jurnal.stikesicsada.ac.id/index.php/Humanis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*