JANGAN ASAL LAKUKAN ISOLASI MANDIRI JIKA BELUM MEMENUHI KRITERIA INI

Pandemi Corona virus Disease-19 (Covid-19) masih menjadi makanan sehari-hari masyarakat. Angka kejadian yang masih bersifat fluktuatif menjadikan pandemi ini belum jelas kapan berakhirnya. Berbagai upaya dilakukan dari tingkat pemerintah hingga masyarakat. Ditingkat masyarakat sendiri sudah mulai berlaku peraturan untuk melaksanakan isolasi diri bagi mereka yang kembali dari luar daerah.
Seperti diketahui, isolasi ini dapat dilakukan di fasilitas-fasilitas yang telah disiapkan oleh pemerintah desa. Namun karena beberapa keadaan, Sebagian masyarakat melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sering kali terjadi isolasi ini tidak memperhatikan kondisi rumah. Padahal ada beberapa hal yang wajib diperhatikan jika ingin isolasi mandiri di rumah. Beberapa hal ini akan memberikan dampak positif bagi orang yang dikarantina, keluarga dan masyarakat sekitar.

1. Masker
Meskipun sedang dikarantina, orang yang dikarantina harus tetap menggunakan masker. Namun sesuai dengan protokol yang ada, bagi yang sedang menjalani karantina mandiri (di rumah, kos, hotel, apartemen dll) penggunaan masker hanya bila ada kontak dengan orang lain.

2. Kamar tidur
Untuk kamar tidur harus terpisah dengan anggota keluarga lain. Dalam beberapa praktek dan jika memungkinkan, penghuni rumah yang lain tinggal di tempat lain misal rumah keluarga yang lain atau rumah lain. Langkah ini dapat dilakukan jika memungkinkan dan tersedia sarana pendukungnya. Namun apabila tidak dapat dilakukan, maka kamar tidur harus terpisah dengan penghuni rumah yang lain.

3. Teras atau akses ruang terbuka
Disesuaikan untuk memungkinkan ventilasi yang baik, pencahayaan dan ada aktivitas fisik (jika memungkinkan). Sebaiknya tersedia ruang terbuka dengan sinar matahari cukup untuk berjemur demi kesehatan, olahraga, memberikan aspek kesegaran dan menghindarkan stress dengan tetap melakukan tindakan pencegahan infeksi. Terdapat papan informasi untuk menempatkan materi-materi edukasi, komunikasi, dan informasi, termasuk nomor-nomor penting yang bisa dihubungi.

4. Lokasi
Lokasi yang digunakan untuk isolasi mandiri tidak boleh berada dalam pemukiman yang padat penduduk dan terdapat jarak lebih dari 2 meter dari rumah lainnya. Terdapat akses jalan yang mudah bagi kendaraan roda empat. Bangunan dan lokasi juga harus aman dari ancaman bahaya lainnya seperti banjir, tanah longsor, tsunami, atau gempa.

5. Ketersediaan Air Bersih
Ketersediaan air bersih yang mencukupi sesuai dengan standar air sehat dan dipastikan adanya sistem penyediaan saluran air bersih yang baik (terdapat tempat penampungan air dan saluran ke fasilitas MCK, tempat cuci tangan, tempat cuci pakaian dan peralatan makan). Fasilitas air bersih harus dibersihkan dengan desinfektan minimal 1x sehari.

6. Fasilitas Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS)
Disediakan fasilitas CTPS terpisah dengan penghuni lainnya dan selalu dibersihkan dan didisinfeksi. Jangan menggunakan lap yang sama setelah mencuci tangan. Untuk orang yang dikarantina lebih dianjurkan menggunakan kertas tissue. Sediakan tempat sampah tertutup untuk sampah tissue dan sampah lainnya. Terdapat prosedur pengelolaan sampah. Sediakan hand sanitizer bila memungkinkan.

7. Kamar mandi dan WC
Sebaiknya terpisah dengan penghuni rumah lainnya, jika tidak memungkinkan maka harus sering dibersihkan (minimal 1x sehari dan setiap setelah digunakan oleh orang yang dikarantina) dengan desinfektan. Ketersediaan air bersih yang mengalir harus memadai. Untuk perlengkapan mandi juga harus dipisahkan dengan anggota keluarga lain.

8. Cuci pakaian
Pakaian yang kotor harus direndam terlebih dahulu dengan deterjen. Jika diperlukan gunakan sarung tangan saat mencuci baju. Pastikan untuk mencuci tangan 20 detik dengan sabun setelah mencuci baju.
9. Sampah
Sampah dimasukkan kedalam plastic terpisah yang diletakkan dalam kamar, saat mengambil harus menggunakan masker dan sarung tangan. Cuci tangan dengan sabun setelah membuang sampah. Cari akses informasi terkait pengelolaan sampah yang benar dan terapkan untuk seluruh anggota keluarga.


Selain hal-hal diatas, hal lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi ventilasi yang baik. Lebih bak jendela yang memungkinkan udara dan sinar matahari dapat masuk kedalam ruangan. Selalu sediakan makanan yang bergizi untuk meningkatkan system kekebalan tubuh seluruh anggota keluarga. Air minum juga harus layak minum dan memenuhi syarat air untuk konsumsi. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga perlu ditingkatkan mengingat ada berbagai macam stigma terkait pandemic Covid-19 ini. Masyarakat harus benar-benar memahami konsep Covid-19 dan harus paham apa yang harus dilakukan sehingga partisipasi dari masyarakat optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*